Sinergi Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah, Direktorat Jenderal Pajak, dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia

 

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara Memberikan Sambutan pada Sosialisasi Pinjaman UMi, KUR, dan Edukasi Perpajakan

 

Magelang - Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU-PIP) melakukan penguatan sinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Pertanian melalui kegiatan sosialisasi mengenai pinjaman Ultra Mikro (UMi) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta edukasi mengenai perpajakan bagi para petani organik yang tergabung dalam Gabungan Petani Organik (GUPON) Sekarlangit, Grabag Magelang pada Sabtu, (13/11).

 

Kegiatan ini merupakan upaya BLU-PIP dalam memperluas penyaluran pinjaman UMi di sektor prioritas seperti pertanian di Kabupaten Magelang. Oleh karena itu, BLU-PIP bersinergi melalui program UPLAND milik Kementerian Pertanian yang juga mendukung pengembangan UMKM khususnya di sektor pertanian organik. Selain itu, BLU-PIP juga turut bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak mengingat perpajakan merupakan elemen penting yang harus dipahami bagi para pelaku UMKM.

 

Program UPLAND bertujuan memberdayakan petani khususnya di daerah dataran tinggi dengan skema pertanian komprehensif berbasis valuechain, di mana petani secara bersama-sama mengolah dan memasarkan sendiri hasil pertaniannya. Program ini dibentuk guna meningkatkan kapasitas, daya inovasi, serta pendapatan petani.  

 

“Melalui program UPLAND yang dikelola oleh Kementerian Pertanian, artinya pemerintah mendorong korporatisasi petani sehingga petani bisa lebih sejahtera. Tentunya untuk menuju kesana, para petani memerlukan dukungan pembiayaan sehingga Pemerintah juga hadir memberikan solusi pembiayaan. Antara lain melalui pinjaman Ultra Mikro (UMi) yang diinisiasi oleh Kementerian Keuangan dan dikelola oleh BLU-PIP, serta pinjaman bersubsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui perbankan,” papar Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi dan edukasi bagi para petani organik yang tergabung dalam GUPON Sekarlangit, Grabag, Magelang pada Sabtu, (13/11).  

 

Wamenkeu juga menambahkan hal lainnya yang perlu untuk terus disosialisasikan kepada UMKM adalah mengenai perpajakan. Pemerintah telah memberikan fasilitas kemudahan-kemudahan dan insentif pajak bagi UMKM khususnya di masa pandemi ini. Ketika para pelaku UMKM sudah mulai berkembang usahanya dan ingin memperluas pemasaran produknya, maka harus melakukan pemenuhan kewajiban perpajakannya agar bisa menjalin kerja sama bisnis dengan perusahaan skala menengah atau besar.

 

Direktur Utama BLU-PIP, Ririn Kadariyah Memberikan Sambutan pada Sosialisasi Pinjaman UMi, KUR, dan Edukasi Perpajakan

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BLU-PIP, Ririn Kadariyah menyampaikan bahwa adanya sosialisasi dan edukasi ini diharapkan para petani organik yang tergabung dalam GUPON Sekarlangit akan memperoleh informasi mengenai alternatif sumber pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha serta memperoleh pemahaman mengenai ketentuan perpajakan, khususnya yang diberlakukan kepada pelaku usaha sektor pertanian. Dengan demikian, penyaluran pinjaman UMi ke sektor pertanian di Magelang yang saat ini mencapai sekitar 5% bisa lebih ditingkatkan kembali.

 

Kegiatan sosialisasi dan edukasi ditutup dengan Penyerahan Simbolis kepada Pelaku Usaha: NPWP dan Akad Pembiayaan yang turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan mewakili Bupati Magelang, Iwan Sutiarso; Staf Ahli Bidang OBTI, Sudarto; Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megahwati; Kepala Kanwil Pajak Jawa Tengah II, Slamet Sutantyo; dan Kepala Kanwil Perbendaharaan Jawa Tengah, Midden Sihombing yang dilanjutkan dengan kunjungan ke gudang GUPON Sekarlangit.

 

Penyerahan Simbolis kepada Pelaku Usaha: NPWP dan Akad Pembiayaan

 

Sejak digulirkan tahun 2017, secara kumulatif pinjaman UMi telah menjangkau lebih dari 5 juta pelaku usaha ultra mikro dengan nilai penyaluran lebih dari Rp 16 triliun. Sedangkan realisasi penyaluran selama tahun 2021, pinjaman UMi telah melayani 1,8 juta orang atau telah mencapai target sebanyak 1,8 juta debitur.

Dari sisi sebaran penyaluran, pinjaman UMi telah melayani pelaku usaha ultra mikro di 502 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia melalui 51 penyalur. Untuk Provinsi Jawa Tengah, seluruh Kabupaten/Kota telah terlayani termasuk Kabupaten dan Kota Magelang yang penyalurannya sudah mencapai lebih dari 32 ribu debitur. Khusus untuk Penyaluran di Kecamatan Grabag sendiri dari data yang disampaikan Penyalur, terdapat total 1.434 pelaku usaha yang telah terfasilitasi pinjaman UMi.

 

Kunjungan ke Gudang GUPON Sekarlangit, Grabag, Magelang, Jawa Tengah  

 

BLU-PIP sudah bersinergi sebelumnya dengan Kementerian Pertanian untuk dapat menyalurkan pinjaman UMi kepada petani melalui Lembaga Keuangan milik petani yaitu Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis atau LKMA. Sampai saat ini sudah terdapat 4 (empat) LKMA di Kab. Kendal yang menjadi mitra penyaluran pinjaman UMi dan saat ini sedang memproses 7 (tujuh) LKMA lainnya juga di wilayah Jawa Tengah untuk menjadi mitra penyalur pinjaman UMi.    

 

Penulis : Kalika Diah  

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

 

Hak Cipta Kementerian Keuangan Republik Indonesia
BLU Pusat Investasi Pemerintah
2021

Search