Sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro kepada Koperasi dan Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL)

 

 

 

Direktur Utama BLU-PIP, Ririn Kadariyah Menyampaikan Opening Speech   

 

Cirebon – Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU-PIP) melakukan kegiatan sosialisasi terkait dengan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) kepada koperasi calon penyalur UMi dan perwakilan Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) yang diselenggarakan secara hybrid di Hotel Aston, Cirebon dan media rapat daring pada Kamis, (2/12).

Kegiatan sosialisasi di awali keynote speech oleh Sekretaris Deputi Bidang Perkoperasian, Devi Ramayanti yang memaparkan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM tengah memprioritaskan agenda modernisasi koperasi.  

 

 

Sekretaris Deputi Bidang Perkoperasian, Devi Ramayanti Menyampaikan Keynote Speech

 

“Untuk menjadi koperasi modern, kami dari Kemenkop UKM juga tidak bisa melakukannya secara sendiri. Kami perlu dukungan dari Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, salah satunya melalui Kementerian Keuangan khususnya pada Pusat Investasi Pemerintah melalui pembiayaan UMi. Kita dapat melakukan kerja sama dalam hal pemenuhan pembiayaan bagi usaha mikro yang disalurkan melalui koperasi-koperasi di Indonesia,” Papar Devi Ramayanti. 

Hal senada turut diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) BLU-PIP, Ririn Kadariyah yang memaparkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan Koperasi dan PPKL dapat memperoleh pemahaman mengenai pembiayaan UMi dari BLU-PIP dan pemahaman mengenai kebijakan pengembangan koperasi dari Kemenkop UKM.  

“Seperti yang kita ketahui, seluruh data dari pembiayaan UMi sudah tersistem secara online melalui aplikasi. Artinya, agenda modernisasi koperasi dari Kemenkop UKM terkait dengan pemanfaatan transformasi digital dapat berjalan beriringan dengan program BLU-PIP melalui pembiayaan UMi,” jelas Ririn dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut. 

Pada kesempatan yang sama, Dirut BLU-PIP menambahkan bahwa penyalur pembiayaan UMi juga berkesempatan untuk memperoleh pengembangan kapasitas (capacity building), bahkan sebelum menjadi penyalur. 

“BLU-PIP juga sudah bisa memberikan pelatihan kepada calon penyalur sebagaimana yang kita lakukan saat ini. Ke depan kami sangat berharap dukungan dari PPKL untuk dapat mendukung peningkatan kapasitas koperasi, khususnya koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam agar semakin banyak koperasi yang bisa bekerja sama dalam program pemerintah, diantaranya menjadi penyalur pembiayaan UMi,” tutup Dirut BLU-PIP.

Acara ini dihadiri oleh tujuh koperasi dari Sulawesi Selatan, Bali dan Cianjur serta 21 PPKL yang menghadiri offline dan lebih dari 500 PPKL yang menghadiri secara online.

Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan BLU-PIP, Muhammad Yusuf menjadi pemateri pada kegiatan berikutnya, yaitu terkait dengan sosialisasi pembiayaan UMi dan peran PIP dalam meningkatkan kualitas UMKM. Salah satunya dengan mewajibkan kepada seluruh penyalur pembiayaan UMi untuk memberikan pendampingan kepada para debitur UMi.

 

 

Peserta Kegiatan Sosialisasi Pembiayaan UMi, yaitu Perwakilan Koperasi dan PPKL

 

Kegiatan selanjutnya adalah pemaparan materi oleh Pengawas Ahli Petama, Kedeputian Bidang Koperasi, Dudi Damhudi terkait dengan penguatan peran PPKL menuju koperasi yang profesional dan modern serta kebijakan dan program pendampingan koperasi.

Dudi menyampaikan bahwa salah satu tujuan dari PPKL adalah menjadi ujung tombak dalam pembinaan koperasi di lapangan yang dapat meyampaikan informasi dan kebijakan dari Kemenkop UKM secara cepat, sehingga potensi dan peluang pengembangan koperasi serta peningkatan kualitas koperasi dari sisi kelembagaan, usaha, dan keuangan dapat dikelola dengan baik. Oleh karena itu, setelah adanya kegiatan sosialisasi UMi ini diharapkan dapat bersinergi dalam mengembangkan koperasi untuk memajukan para pelaku usaha ultra mikro.    

Dua kegiatan terakhir diisi oleh sharing pengalaman PPKL, koperasi linkage eksisting penyalur UMi dan pengalaman sebagai debitur pembiayaan UMi dari Kopsyah Abdi Kerta Raharja, yaitu Onih pemilik usaha tata rias dan Masitoh pemilik usaha dodol.  

“Berkat adanya pendampingan dari UMi, alhamdulillah usaha saya terus meningkat. Terutama dari segi kemasan, saya disarankan agar menggunakan stiker pada kemasan dodol saya agar lebih menarik minat beli. Hasilnya sangat berpengaruh terhadap penjualan dodol saya yang terus meningkat setiap harinya,” papar Masitoh.

Manfaat dari pembiayaan UMi juga dirasakan oleh Onih. Hal inilah yang membuatnya merasa yakin untuk merekomendasikan pembiayaan UMi kepada kerabat dekatnya.

“Saya bilang ke saudara saya, untuk modal usaha pakai UMi saja. Mudah dan sangat membantu untuk usaha. Akhirnya banyak saudara saya yang juga pakai UMi dan alhamdulillah usahanya terus berjalan,” tutup Onih.  

 

 

Kunjungan ke Debitur UMi, Ibu Nonoh Pengrajin Tahu

 

Kegiatan sosialisasi terkait dengan pembiayaan UMi ditutup dengan mengajak perwakilan koperasi dan PPKL yang hadir untuk dapat menyaksikan secara langsung bagaimana kemajuan usaha dari para debitur pembiayaan UMi yang telah mengikuti program inkubasi usaha di Kabupaten Majalengka pada Jumat, (3/12). Inkubasi usaha tersebut merupakan kerja sama BLU-PIP dengan Pusat Inkubator Bisnis Oorange Universitas Padjajaran.     

 

Penulis : Kalika Diah

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

 

Hak Cipta Kementerian Keuangan Republik Indonesia
BLU Pusat Investasi Pemerintah
2021

Search