- Beranda
- Profil
- Layanan
- Data & Publikasi
- Informasi Publik
- Tautan
- Kontak Kami
Ismed Saputra beserta para narasumber INNOTalks 1 BEM Universitas Indonesia dan mahasiswa Universitas Indonesia
Jakarta – Dalam upaya memperkuat ekosistem bisnis dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) terus mendorong inovasi melalui berbagai program strategis. Salah satu inisiatif utama yang disoroti oleh Ismed Saputra, Direktur Utama PIP adalah Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), dalam acara INNOTalks 1 BEM Universitas Indonesia yang digelar Sabtu (10/8/2024) di Gedung Mochtar Riady Plaza Quantum, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Depok.
Program UMi dirancang khusus untuk menjangkau pelaku usaha mikro yang belum memiliki akses ke pembiayaan perbankan, dengan fokus pada kaum muda yang berusia di bawah 30 tahun. Program ini telah berhasil menjangkau 15 juta pelaku usaha muda di seluruh Indonesia hingga akhir 2023, meningkat pesat dari 24 ribu di tahun 2017. Dengan plafon maksimal Rp20 juta per orang, program ini memberikan kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh pembiayaan, yang dinilai sebagai solusi atas keterbatasan akses keuangan bagi pelaku usaha kecil. Hingga Juli 2024, total penyaluran pembiayaan telah mencapai lebih dari Rp40 triliun.
Selain pembiayaan, PIP juga menawarkan pendampingan usaha yang komprehensif untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pengelolaan bisnis para penerima manfaat. Inovasi dalam mitigasi risiko juga menjadi fokus utama dalam pengembangan inovasi program Pembiayaan UMi, dengan penerapan Innovative Credit Scoring (ICS). ICS memanfaatkan berbagai data, baik keuangan maupun non-keuangan, untuk menghasilkan skor kelayakan kredit yang lebih akurat, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil, termasuk pelaku usaha muda.
"Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) merupakan komitmen kami untuk menjangkau pelaku usaha mikro, khususnya kaum muda yang belum memiliki akses ke pembiayaan formal. Dengan inovasi seperti Innovative Credit Scoring, kami tidak hanya memberikan pembiayaan yang mudah dan cepat, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha mereka dengan mitigasi risiko yang lebih baik. Kami percaya, melalui dukungan ini, kita dapat mencetak lebih banyak wirausahawan muda yang kreatif dan berani mengambil risiko, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia." ujar Ismed dalam sambutannya.
Dalam acara yang bertajuk "Breaking Boundaries: The Future of Business Innovation" ini, Ismed juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022, PIP telah menyelenggarakan kompetisi ide usaha untuk generasi muda di bawah 30 tahun, yaitu UMi Youthpreneur. Kompetisi ini berhasil menarik lebih dari 1.600 proposal usaha yang inovatif dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum, dengan kategori produk kuliner, fesyen, dan kriya. Para pemenang dipilih berdasarkan dampak pemberdayaan terhadap komunitas, solusi isu lingkungan, dukungan ketahanan pangan, dan pemanfaatan teknologi.
Melalui program pembiayaan UMi, PIP berharap dapat mencetak lebih banyak wirausahawan muda yang kreatif, inovatif, dan berani mengambil risiko. Dengan demikian, PIP berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.