Salurkan Rp 262,5 M untuk UMKM pekalongan, PIP dukung Program Priotitas Nasional

13 Maret 2026
Salurkan Rp 262,5 M untuk UMKM pekalongan, PIP dukung Program Priotitas Nasional PIP Salurkan Rp 262,5 M untuk UMKM pekalongan/Humas PIP-Aldi

Pekalongan – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di Indonesia. Melalui kerja sama dengan Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa), PIP menyalurkan Pembiayaan UMKM dengan total plafon sebesar Rp262,5 miliar yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha mikro, termasuk pembangunan SPPG bagi Pondok Pesantren di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Pembiayaan tersebut disalurkan melalui produk UMi Pro dengan plafon hingga Rp100 juta per debitur, dengan target menjangkau sedikitnya 2.625 pelaku usaha mikro.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ismed Saputra, menegaskan bahwa penyaluran Pembiayaan UMKM merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat peran UMKM sebagai penggerak perekonomian nasional. Menurutnya, PIP tidak hanya berperan sebagai lembaga penyalur pembiayaan, tetapi juga berkomitmen memberikan pemberdayaan kepada UMKM melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas usaha, agar pelaku usaha mikro dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Pembiayaan UMKM yang disalurkan melalui program UMi dan UMi Pro ini merupakan amanat dari uang negara, sehingga harus dikelola secara amanah dan disampaikan kepada para pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan. Melalui pembiayaan yang disertai pemberdayaan, kami berharap UMKM dapat berkembang, naik kelas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ismed.

Ismed juga menambahkan, “Program ini tidak hanya memberikan akses pembiayaan bagi UMKM, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. Dengan adanya dukungan pembiayaan dan pemberdayaan, kami berharap para pelaku usaha mikro dapat meningkatkan kapasitas usahanya sehingga mampu berkembang dan naik kelas,”

Sementara itu, Ketua Koperasi Simpan Pinjam Jasa, M. Andy Arslan Djunaid, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas para pelaku UMKM.

“Kami menyadari bahwa dana yang disalurkan melalui program ini merupakan titipan dari negara melalui PIP. Oleh karena itu, Kospin Jasa akan berusaha menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dengan menyalurkannya secara tepat sasaran kepada para pelaku UMKM yang membutuhkan, sehingga dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Andy.

Melalui kolaborasi ini, PIP dan Kospin Jasa berharap dapat menghadirkan pembiayaan yang lebih inklusif sekaligus mendorong penguatan ekosistem usaha mikro, khususnya di lingkungan pesantren. Dengan dukungan pembiayaan yang terjangkau serta program pemberdayaan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan dapat tumbuh lebih kuat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.