- Beranda
- Profil
- Layanan
- Data & Publikasi
- Informasi Publik
- Tautan
- Kontak Kami
Penandatanganan akad pembiayaan senilai Rp1 Miliar antara PIP dengan KSP Kopdit Swastiastu Singaraja/Humas PIP-Rafid
SINGARAJA, BALI – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mempertegas komitmennya dalam memperluas jangkauan Pembiayaan UMKM hingga ke wilayah Bali bagian utara. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan akad pembiayaan senilai Rp1 Miliar antara PIP dengan KSP Kopdit Swastiastu Singaraja, yang dilaksanakan di Kantor Pusat KSP Kopdit Swastiastu, Singaraja, Kabupaten Buleleng, pada Sabtu (28/2/2026).
Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama PIP, Ismed Saputra, bersama Ketua Pengurus KSP Kopdit Swastiastu Singaraja, I Wayan Widastra. Momentum ini menjadi catatan sejarah penting bagi ekosistem koperasi di Pulau Dewata, lantaran KSP Kopdit Swastiastu resmi menjadi koperasi pertama di wilayah Bali Utara yang dipercaya menjadi mitra penyalur resmi Pembiayaan UMKM dari pemerintah.
Dalam sambutannya, Ismed Saputra menekankan bahwa dana yang dikelola PIP merupakan aset strategis negara yang bersumber dari APBN atau "Uang Kita". Oleh karena itu, akuntabilitas dan ketepatan sasaran menjadi prioritas utama.
Ismed memaparkan sebuah skema yang unik dalam Pembiayaan UMKM. Ia menjelaskan bahwa bunga sebesar 1,5% yang diterima oleh PIP dari penyalur tidak akan menjadi keuntungan semata, melainkan akan dikembalikan lagi manfaatnya kepada debitur dan koperasi.
"Bunga 1,5% yang diterima PIP itu pada hakikatnya akan dikembalikan lagi kepada bapak dan ibu sekalian. Dana tersebut kami salurkan kembali dalam bentuk program pemberdayaan, pelatihan kapasitas, serta penguatan pendampingan bagi penyalur. Jadi, uang negara ini benar-benar berputar untuk meningkatkan kualitas SDM dan daya saing UMKM kita," tegas Ismed.
Ketua Pengurus KSP Kopdit Swastiastu Singaraja, I Wayan Widastra, menyambut hangat kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Keuangan melalui PIP. Menurutnya, dukungan permodalan ini adalah angin segar bagi para anggota koperasi yang mayoritas merupakan pelaku usaha kecil di wilayah Singaraja dan sekitarnya.
"Menjadi koperasi pertama di Bali bagian utara yang bermitra dengan PIP adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kami berkomitmen untuk menyalurkan dana ini secara transparan serta memberikan pendampingan intensif agar usaha para anggota kami semakin berkembang dan mandiri," ujar I Wayan Widastra.
Dengan adanya akses Pembiayaan UMKM yang menawarkan bunga rendah dan skema pemberdayaan kembali, roda ekonomi di Kabupaten Buleleng diharapkan dapat bergerak lebih cepat. Sektor-sektor unggulan seperti kerajinan khas, kuliner lokal, hingga pertanian diharapkan dapat melakukan ekspansi usaha melalui dukungan modal ini.
PIP berharap kolaborasi ini menjadi role model bagi koperasi-koperasi lain di wilayah Bali untuk ikut bergabung dalam ekosistem Pembiayaan UMKM. Sinergi antara pemerintah pusat dan lembaga keuangan lokal menjadi kunci utama dalam mewujudkan target nasional: UMKM naik kelas dan berdaya saing.
Aldi Pratama | Humas PIP