- Beranda
- Profil
- Layanan
- Data & Publikasi
- Informasi Publik
- Tautan
- Kontak Kami
Penutupan UMKM Ramadhan Festival 2026 di Kab. Probolinggo
Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sukses menyelenggarakan rangkaian UMKM Ramadhan Festival 2026 yang berlangsung serentak di tiga kota strategis Jawa Timur, yaitu Jember, Probolinggo, dan Malang. Festival yang digelar mulai tanggal 3 hingga 7 Maret 2026 ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PIP dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mendorong pelaku usaha mikro naik kelas di momentum Ramadhan.
Rangkaian festival ini mencapai puncaknya di Kota Malang pada Sabtu (7/3), yang dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, serta Direktur Utama PIP, Ismed Saputra.
Dalam sambutannya di acara penutupan, Dirjen Perbendaharaan menekankan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia yang terbukti tahan banting dalam menghadapi berbagai krisis. Melalui festival ini, pemerintah memberikan panggung bagi para pelaku usaha untuk memamerkan produk unggulannya agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi spesial karena adanya sinergi kuat dengan BSI serta dukungan penuh dari pemerintah daerah. Kami berharap instrumen Pembiayaan UMKM yang disediakan negara dapat dioptimalkan untuk memberikan multiplier effect bagi pembangunan nasional," ujar Dirjen Perbendaharaan.
Beliau juga memberikan arahan khusus agar PIP terus berinovasi dalam pemberdayaan, termasuk memberikan dukungan teknologi bagi komoditas unggulan daerah seperti mangga di Probolinggo agar dapat diproduksi sepanjang tahun.
Puncak acara di Probolinggo yang bertempat di Torasera Nurja Berkah, Pondok Pesantren Nurul Jadid, menunjukkan betapa besarnya potensi ekonomi berbasis komunitas. Bupati Probolinggo menyampaikan bahwa dengan adanya dukungan Pembiayaan UMKM dari PIP dan BSI, 76.171 UMKM di wilayahnya kini memiliki sandaran permodalan yang lebih kuat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Direktur Utama PIP, Ismed Saputra, menambahkan bahwa kehadiran PIP di tiga kota ini adalah untuk memastikan bahwa setiap rupiah uang negara dikelola secara amanah. PIP berkomitmen agar Pembiayaan UMKM tidak hanya berhenti pada pemberian modal, tetapi juga pada penguatan kapasitas pendampingan.
Direktur Retail Banking BSI mengapresiasi kolaborasi perdana ini. BSI memfasilitasi para pelaku usaha melalui UMKM Center yang berfungsi sebagai tempat inkubasi dan business matching. Melalui sinergi ini, para penerima Pembiayaan UMKM diharapkan dapat naik kelas hingga mampu menembus pasar ekspor.
"Kami ingin memastikan pelaku usaha tidak hanya menonton, tetapi juga menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah Indonesia," tutup Dirjen Perbendaharaan sembari mengajak hadirin untuk melarisi produk-produk di lokasi festival.
Humas PIP - Aldi Pratama