Terobosan Baru! PIP dan Bank Mandiri Hadirkan Layanan Mudahkan UMKM

29 Agustus 2024
Terobosan Baru! PIP dan Bank Mandiri Hadirkan Layanan Mudahkan UMKM Ismed (Dirut PIP) dan Dadang (EVP Bank Mandiri) bersama jajaran PIP dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Jakarta – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) bekerja sama dengan Bank Mandiri meluncurkan inovasi terbaru dalam pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dengan menggunakan Deposito Qualitate Qua (Deposito QQ) sebagai jaminan. Langkah ini diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PIP dengan Bank Mandiri di Kantor PIP pada hari Senin (26/08/2024), menghadirkan solusi berbeda dari perjanjian jaminan deposito yang telah diterapkan bersama bank-bank Himbara lainnya.

Direktur Utama PIP, Ismed Saputra, menegaskan bahwa penggunaan Deposito QQ sebagai jaminan pembiayaan adalah terobosan pertama di bidang ini.

“Deposito QQ sudah diterapkan di sektor lain seperti minerba, pembentukan BPR, dan pengelolaan TKI. Kini, kami menjadikannya sebagai jaminan pembiayaan UMKM untuk mempermudah akses modal bagi para pelaku usaha,” ujar Ismed.

Keunggulan dari skema ini meliputi kemudahan dalam pengelolaan deposito yang lebih efisien dan aman, di mana PIP bertindak sebagai wakil sah dari penyalur, sehingga tidak memerlukan surat kuasa khusus untuk pengelolaan deposito. Selain itu, pembukaan dan pencairan deposito hanya dapat dilakukan dengan persetujuan PIP, menghilangkan kebutuhan untuk pemblokiran.

Prosesi kerja sama dihadiri pihak Bank Mandiri, Dadang Ramadhan selaku Executive Vice President Government Institutional, bersama Nugrahani Estuning Sari, Vice President Government Institutional 1 Group, dan Malik, Area Head Bank Mandiri Jakarta, turut hadir. 

Dengan diperkenalkannya skema Deposito QQ sebagai jaminan pembiayaan UMi, diharapkan akses modal bagi pelaku UMKM akan menjadi lebih lancar, mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Kolaborasi antara PIP dan Bank Mandiri ini menegaskan komitmen bersama untuk mendukung UMKM sebagai pilar utama perekonomian nasional.

“Inovasi ini adalah langkah awal dari serangkaian inisiatif untuk memperbaiki dan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di seluruh Indonesia,” tutup Ismed.

Dengan demikian, diharapkan model ini dapat diikuti oleh sektor perbankan lainnya untuk mendukung pengembangan usaha mikro di Indonesia.