- Beranda
- Profil
- Layanan
- Data & Publikasi
- Informasi Publik
- Tautan
- Kontak Kami
Yusuf (Direktur KPP PIP) dengan Sri Wahyudi (Ketua PT LKM Sedasa)
Yogyakarta – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) terus memperluas akses pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di berbagai wilayah Indonesia. Kali ini, PIP bermitra dengan PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Sedasa sebagai LKM penyalur langsung pertama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Akad pembiayaan UMi telah ditandatangani dengan nilai plafon sebesar Rp500 juta di kantor PT LKM Sedasa, (02/04/2024).
PT LKM Sedasa, yang beroperasi di Kabupaten Sleman, akan menyalurkan pembiayaan UMi melalui produk unggulan mereka, "Pinjaman Kube UMi." Program ini bertujuan untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha ultra mikro di wilayah Sleman dan sekitarnya.
Direktur Kerjasama, Pendanaan, dan Pembiayaan PIP, Muhammad Yusuf, menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha mikro di DIY. “Kami sangat antusias bekerja sama dengan PT LKM Sedasa sebagai penyalur UMi pertama di DIY. Kami berharap kerjasama ini dapat mendorong pelaku usaha mikro di Sleman untuk mengembangkan bisnis mereka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ketua PT LKM Sedasa, Sri Wahyudi, turut menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh PIP. "Kami berkomitmen menyalurkan pembiayaan UMi dengan amanah dan tepat sasaran. Dengan dukungan PIP, kami yakin pelaku usaha mikro di Sleman akan semakin berkembang, memberikan kontribusi positif bagi ekonomi lokal," ujarnya.
Program pembiayaan UMi dirancang untuk mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha mikro dengan plafon hingga Rp20 juta. Dana ini dapat digunakan untuk modal kerja atau investasi usaha, membantu pengembangan bisnis di sektor ultra mikro.
PIP terus berinovasi dalam meningkatkan aksesibilitas pembiayaan UMi melalui kerjasama dengan berbagai lembaga keuangan, termasuk koperasi. Dengan kehadiran PT LKM Sedasa sebagai penyalur UMi di DIY, diharapkan lebih banyak pelaku usaha mikro yang dapat menikmati manfaat program ini, terutama mereka yang belum terjangkau layanan keuangan formal.