Panen Perdana "Madu Saji": Kolaborasi PIP dan UNSOED Dorong Pemberdayaan UMKM Perempuan Lewat Budidaya Lebah Klanceng

17 Oktober 2024
Panen Perdana "Madu Saji": Kolaborasi PIP dan UNSOED Dorong Pemberdayaan UMKM Perempuan Lewat Budidaya Lebah Klanceng Muhammad Yusuf, Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan PIP (tengah) dalam prosesi panen perdana "Madu Saji" hasil Kolaborasi PIP dan UNSOED

Purwokerto – Program pemberdayaan usaha mikro antara Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan panen perdana madu klanceng berlabel "Madu Saji - Stingless Bee Honey" pada hari Kamis (17/10). Kolaborasi yang bertujuan untuk mendukung UMKM perempuan di Purwokerto ini tak hanya berhasil menghasilkan produk berkualitas tetapi juga memperkuat ekonomi perempuan di Desa Langongsari dan Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok.

Program ini, yang diinisiasi sejak Agustus 2024, berawal dari penandatanganan Nota Kesepahaman antara PIP dan UNSOED, dengan sasaran 200 perempuan pelaku usaha ultra mikro (UMi) di dua desa tersebut. Di bawah pendampingan intensif, para peserta belajar teknik budidaya lebah klanceng jenis Tetragonula biroi, termasuk cara merawat, mengelola koloni, dan memanen madu yang aman dan berkualitas tinggi.

"Madu Saji merupakan bukti nyata komitmen kami dalam mendukung pengembangan usaha UMKM yang berkelanjutan dan berbasis lingkungan," ungkap Muhammad Yusuf, Direktur Kerjasama, Pendanaan, dan Pembiayaan PIP, saat menghadiri acara panen perdana. "Program ini tidak hanya memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi keluarga peserta, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai pentingnya kelestarian lingkungan serta nutrisi yang baik melalui konsumsi madu alami." tambahnya.

Muhammad Yusuf saat melakukan panen madu "Madu Saji" hasil Kolaborasi PIP dan UNSOED

Pemasaran dan Kualitas Produk yang Terjaga

Madu Saji hadir dalam kemasan higienis dan menarik, menjamin kualitas madu alami yang siap bersaing di pasar. Untuk memastikan keberlanjutan, PIP dan UNSOED berkomitmen untuk mendampingi para peserta tidak hanya dalam aspek produksi, tetapi juga melalui pelatihan pemasaran dan inovasi produk turunan. Ke depan, Madu Saji diharapkan bisa merambah pasar yang lebih luas, memberikan kesempatan yang lebih besar bagi perempuan UMKM di daerah tersebut.

Upaya untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

Keberhasilan panen perdana ini menjadi bukti sinergi antara PIP dan UNSOED dalam mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini juga menekankan manfaat ganda, di mana para perempuan tak hanya memperoleh keterampilan baru tetapi juga mengembangkan jaringan usaha yang berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Kolaborasi PIP dan UNSOED ini tak hanya berfokus pada peningkatan produksi, namun juga memacu kesadaran para peserta mengenai pentingnya budidaya yang berwawasan lingkungan, sejalan dengan upaya menjaga ekosistem lokal. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pemberdayaan UMKM lainnya di Indonesia, menunjukkan bahwa melalui kolaborasi strategis, pemberdayaan perempuan dapat tercapai, membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.