Mendorong Ekspor Kopi ke Pasar Global, PIP Siap Dorong Kesejahteraan Petani Kopi Kerinci

29 Desember 2024
Mendorong Ekspor Kopi ke Pasar Global, PIP Siap Dorong Kesejahteraan Petani Kopi Kerinci Dirut PIP (Ismed) bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Alko untuk kembangkan ekspor kopi Kerinci melalui skema closed-loop ecosystem

Kerinci — Koperasi Alam Koerintji (Alko), yang didirikan pada tahun 2017, terus berinovasi dalam mengembangkan potensi agribisnis petani kopi di wilayah Kerinci. Dengan misi meningkatkan kapasitas produksi, kualitas, dan nilai tambah produk kopi lokal, koperasi ini telah membawa nama kopi Kerinci menembus pasar internasional.

Melalui berbagai lini usaha, seperti ekspor kopi, bank sampah, pariwisata, Alko Akademi, dan Alko Tech, Koperasi Alko membuktikan perannya sebagai motor penggerak pemberdayaan petani. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah penerapan teknologi blockchain, yang memungkinkan pelacakan kopi mulai dari petani hingga ke negara tujuan ekspor. Teknologi ini menjadi alat strategis untuk memetakan pemasaran global, memastikan transparansi, dan menjaga kepercayaan konsumen internasional.

Pusat Investasi Pemerintah (PIP) melakukan penjajakan ke Koperasi Alko melalui skema closed-loop ecosystem. Skema ini bertujuan memperkuat usaha petani kopi dengan menghadirkan ekosistem terpadu yang mencakup pembiayaan, pelatihan, hingga akses pasar yang lebih luas. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani tetapi juga membawa kopi Kerinci ke level berikutnya di pasar global.

"Kerja sama ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi. Kami yakin dengan dukungan PIP, pangsa pasar Koperasi Alko akan semakin luas, dan kopi Kerinci akan semakin dikenal di dunia internasional," ujar Suryono, CEO Alko Sumatra Kopi.

Saat ini, Koperasi Alko membina lebih dari 11.000 petani di seluruh Indonesia. Kehadiran PIP dalam ekosistem ini diharapkan dapat menawarkan pembiayaan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan bagi para petani dibandingkan dengan pembiayaan fintech. 

Selain meningkatkan akses pasar, kolaborasi ini juga diharapkan dapat mengembangkan pelatihan berbasis teknologi melalui Alko Akademi, memanfaatkan teknologi blockchain secara lebih luas, dan menciptakan ekosistem bisnis kopi yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Dengan visi yang selaras, sinergi antara Koperasi Alko dan PIP tidak hanya menjadi angin segar bagi petani kopi di Kerinci, tetapi juga mendorong pertumbuhan agribisnis di Indonesia. Melalui langkah ini, kopi Kerinci diharapkan semakin harum di pasar dunia, membawa nama Indonesia sebagai salah satu produsen kopi premium terbaik.