PIP Komitmen Perluas Jangkauan Pembiayaan UMKM di Sumatera Barat

27 Januari 2025
PIP Komitmen Perluas Jangkauan Pembiayaan UMKM di Sumatera Barat Yusuf (tengah) bersama Ketua dan Pengurus KSPPS BMT Korong Gadang

Padang – Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Indonesia Barat, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menandatangani perjanjian kerjasama strategis dengan KSPPS BMT Korong Gadang di Padang pada Kamis (23/01). Dengan plafon penyaluran mencapai Rp850 juta, langkah ini menjadi wujud nyata komitmen PIP dalam mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis syariah bagi pelaku UMKM.

Kerjasama ini dapat membuka peluang lebih luas bagi masyarakat setempat untuk memperoleh akses pembiayaan yang terjangkau dan berbasis syariah. Dengan dukungan dana ini, KSPPS BMT Korong Gadang berkomitmen untuk menyalurkan pembiayaan kepada pelaku usaha UMKM yang selama ini kesulitan mengakses layanan lembaga keuangan formal.

Muhammad Yusuf, Direktur Kerjasama, Pendanaan, dan Pembiayaan PIP, menyampaikan harapannya atas kemitraan ini. “Dengan adanya kerjasama ini, kami optimis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi mikro, meningkatkan daya saing usaha kecil, serta mendukung masyarakat dalam memperbaiki kesejahteraan ekonomi mereka. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan inklusi keuangan yang merata di seluruh Indonesia.”

Ketua KSPPS BMT Korong Gadang juga menyatakan antusiasmenya terhadap kerjasama ini. “Sebagai lembaga berbasis syariah, kami berkomitmen untuk menyalurkan dana ini secara adil dan tepat sasaran kepada pelaku usaha mikro di komunitas kami. Dengan plafon pembiayaan sebesar Rp850 juta, kami yakin dapat membantu pelaku usaha mikro mengembangkan usahanya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dengan dukungan PIP dan BMT Korong Gadang, pelaku UMKM di Padang dan sekitarnya kini memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan berkontribusi pada perekonomian lokal. Langkah strategis ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif di wilayah Indonesia Barat.