PIP Raih Dua Penghargaan Gold dalam Bina Mitra UMKM Award 2025

15 Mei 2025
PIP Raih Dua Penghargaan Gold dalam Bina Mitra UMKM Award 2025 Ismed Saputra (Dirut PIP) menerima penghargaan Gold-Pembina UMKM pada kategori Lembaga Pembina UMKM dan UMKM Binaan dalam Bina Mitra UMKM Award 2025

Jakarta — Pusat Investasi Pemerintah (PIP) kembali menunjukan komitmennya dalam program pembinaan dan pemberdayaan pengusaha UMKM di Indonesia. Kali ini, kiprah PIP tersebut dihargai dengan pencapaian dua Gold di kategori Lembaga Pembina UMKM dan UMKM Binaan dalam Bina Mitra UMKM Award 2025 oleh CFCD Foundation di gedung SMESCO UKM (SME Tower), Rabu (14/05).

Ajang yang diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi yang lembaga atau perusahaan yang memiliki komitmen tinggi dalam pengembangan UMKM di Indonesia itu dibuka oleh Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UKM dan Ketua Umum DFCD Foundation. PIP hadir sebagai satu-satunya instansi Pemerintah penerima penghargaan di antara nama-nama lembaga dan perusahaan besar seperti Baitulmaal Muamalat, Pertamina Foundation, Yayasan Astra, PT Pamapersada Nusantara, PT United Tractor, dan PT Petrokimia Gresik yang terlebih dulu berkiprah dalam pembinaan UMKM di Indonesia.

Direktur Utama PIP, Ismed Saputra menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja keras seluruh tim PIP, mitra penyalur dan pelaku UMKM yang telah tumbuh bersama dalam ekosistem pembiayaan inklusif. Ismed menegaskan komitmen PIP yang tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga menjalankan fungsi pemberdayaan melalui pendampingan dan edukasi kepada para pelaku UMKM.

PIP mendapatkan penghargaan kontribusi aktif dalam mendukung pertumbuhan dan pemberdayaan UMKM di Indonesia, khususnya kelompok petani hortikultura di Desa Sukawangi, Puncak Dua, Bogor. Wahyu Dwi Saputro, salah satu petani yang dinilai berhasil dalam program pemberdayaan ini dan menjadi penerima penghargaan Gold kategori UMKM Binaan menyampaikan keberhasilan PIP dalam membantu petani meningkatkan produksi dari 6 ton menjadi 36 ton/tahun sayuran, penambahan jenis sayuran yang ditanam, melakukan produksi berbasis pasar dan mengurangi dominasi pupuk kimia.

Pendampingan yang dilakukan PIP bekerjasama dengan Yayasan Astra ini juga berhasil mengangkat kreatifitas petani dalam melakukan inovasi pola tanam, pertanian berkelanjutan, dan pengemasan produk. Contoh riil adalah inovasi kincir air untuk penyemprotan untuk tetap mempertahankan produktifitas lahan selama musim kemarau. Dari sisi perijinan, kelompok tani Majeng Sareng juga berhasil mendapatkan NIB, Sertifikat Good Agriculture Practices untuk 8 komoditas, Sertifikat PRIMA-3 dan puncaknya, Sertifikat Organik (INOFICE).

Pembinaan utk memperluas akses pasar juga berhasil meningkatkan omzet sampai 57% dari awalnya hanya mengandalkan tengkulak lokal, saat ini sudah dapat menembus pasar Simply Fresh Organic, Segarloka, Sayur Box dan pasar lokal.

Penghargaan ini memacu PIP untuk mempertegas peran strategisnya dalam mendukung pembangunan ekonomi inklusif. Tidak hanya dengan memperluas jangkauan program pembiayaan, tetapi juga dengan menjalin kolaborasi yang lebih luas dengan mitra strategis untuk mendorong lahirnya lebih banyak UMKM yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.