- Beranda
- Profil
- Layanan
- Data & Publikasi
- Informasi Publik
- Tautan
- Kontak Kami
Direktur Utama PIP diterima Ketua YDBA dalam Kunjungan Studi Banding Pembinaan UMKM
Jakarta, 10 Juni 2025 – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) melakukan kunjungan studi banding ke kantor Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Jakarta, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kualitas pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kunjungan Direktur Utama PIP beserta tim disambut langsung oleh Ketua YDBA Rahmat Samulo beserta Pengurus Yayasan lainnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik (best practices) yang telah dijalankan oleh YDBA dalam membina UMKM agar mampu bersaing secara berkelanjutan, baik di pasar nasional maupun internasional. Dalam pertemuan tersebut, tim PIP mendapatkan penjelasan mendalam mengenai pendekatan menyeluruh yang dilakukan oleh YDBA dalam pengembangan UMKM sejak tahun 1980.
YDBA didirikan oleh pendiri PT Astra International Tbk, Bapak William Soeryadjaya, dengan semangat mendorong kemandirian pelaku UMKM di Indonesia. Selama lebih dari empat dekade, YDBA telah menjalankan berbagai program pembinaan UMKM yang tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga meliputi manajemen usaha, peningkatan kualitas, pengemasan, branding, pemasaran, hingga pengembangan jejaring bisnis.
Dalam kesempatan tersebut, PIP juga diajak untuk meninjau langsung berbagai produk unggulan hasil karya UMKM binaan YDBA. Produk-produk tersebut terdiri dari beragam sektor, mulai dari kerajinan tangan yang mencerminkan kekayaan budaya lokal, produk kuliner dengan kualitas dan cita rasa khas, hingga komponen industri presisi tinggi yang telah memenuhi standar manufaktur besar.
Salah satu hal yang menjadi perhatian PIP adalah proses kurasi yang ketat yang diterapkan YDBA terhadap UMKM binaannya. Setiap UMKM yang dibina dipilih berdasarkan evaluasi menyeluruh, mulai dari kualitas produk, potensi pasar, hingga komitmen dan kesiapan pelaku usaha untuk berkembang. Proses ini memastikan bahwa setiap UMKM binaan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk tumbuh dan menembus pasar yang lebih luas.
Pendekatan YDBA dalam pembinaan UMKM juga mengedepankan keberlanjutan. Pembinaan dilakukan secara berkesinambungan, tidak hanya pada tahap awal produksi, tetapi juga dalam tahap-tahap krusial pertumbuhan usaha. Hal ini meliputi pelatihan keterampilan teknis dan manajerial, peningkatan efisiensi proses bisnis, hingga pemanfaatan teknologi untuk memperkuat daya saing UMKM di era digital.
Direktur Utama PIP menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan dan pembelajaran yang diberikan oleh YDBA. “Kunjungan ini sangat membuka wawasan kami tentang bagaimana pemberdayaan UMKM dapat dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berdampak luas. Kami percaya praktik-praktik baik dari YDBA ini dapat menjadi inspirasi bagi kami dalam memperkuat peran PIP dalam mendukung UMKM di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak PIP menilai bahwa kolaborasi lintas sektor, seperti yang telah dijalankan YDBA bersama berbagai mitra, menjadi kunci keberhasilan program pembinaan UMKM. Dalam jangka panjang, PIP berharap dapat memperkuat sinergi dengan lembaga-lembaga pembina UMKM lain, guna menciptakan ekosistem pemberdayaan yang lebih inklusif, efektif, dan berdampak nyata bagi ekonomi rakyat.
Kunjungan ini ditutup dengan sesi diskusi dan pertukaran pandangan antara tim PIP dan YDBA mengenai tantangan dan peluang dalam mendukung UMKM, terutama dalam menghadapi dinamika pasar global dan transformasi digital. PIP membawa pulang banyak pelajaran berharga dari kunjungan ini yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan pelaksanaan program-program penguatan UMKM ke depan.