Sinergi Kemenkeu dan Pemkot Surakarta: Penataan Kawasan Kumuh hingga Akselerasi UMKM Naik Kelas

12 Februari 2026
Sinergi Kemenkeu dan Pemkot Surakarta: Penataan Kawasan Kumuh hingga Akselerasi UMKM Naik Kelas Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PIP dan Pemkot Surakarta/Humas PIP-Aldi

Sinergi Kemenkeu dan Pemkot Surakarta: Penataan Kawasan Kumuh hingga Akselerasi UMKM Naik Kelas

SURAKARTA, 12 Februari 2026. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara melakukan kunjungan kerja ke Kota Surakarta untuk meninjau langsung progres penataan kawasan permukiman di bantaran Sungai Sangkrah, Kamis (12/2).

Kunjungan ini sekaligus menandai babak baru penguatan ekonomi kerakyatan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan Pemerintah Kota Surakarta. Dalam tinjauannya di kawasan Semanggi ini, Suahasil menekankan bahwa transformasi wilayah kumuh bukan sekadar urusan estetika kota. Lebih dari itu, pemerintah ingin memastikan hak warga di bantaran sungai untuk mendapatkan hunian yang layak dan tertata tetap terpenuhi

Sinergi TJSL: Dampak Kolektif bagi Masyarakat

Suahasil menggaris bawahi bahwa kunci keberhasilan penataan kawasan terletak pada soliditas kolaborasi antara Special Mission Vehicle (SMV) dan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Kementerian Keuangan. “Kegiatan TJSL di bawah Kemenkeu harus terkonsolidasi dan saling bersinergi. Kita tidak ingin program berjalan sendiri-sendiri; dampaknya harus terasa secara menyeluruh bagi masyarakat” tegas Suahasil.

Terkait pemberdayaan ekonomi, Wamenkeu memberikan atensi khusus pada akses modal. Ia mengingatkan agar lembaga penyalur tidak membebani pelaku usaha dengan bunga yang tinggi, mengingat suku bunga dari PIP sangat rendah, yakni di kisaran 2 hingga 4 persen.

“Negara hadir secara nyata untuk UMKM. Jika bunganya besar, lantas apa bedanya dengan perbankan komersial? Penyalur memang memiliki biaya operasional, namun jangan sampai memberikan bunga yang mencekik agar pelaku usaha kita benar-benar bisa naik kelas” tambahnya.

PIP: Modal Terjangkau dan Penguatan Skill adalah Kunci

Hingga saat ini, PIP telah menyalurkan dana sebesar Rp105 miliar kepada 25.000 debitur di Surakarta. Namun, angka ini dipandang masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar mengingat potensi ekonomi lokal yang kuat. Dalam sambutannya, Direktur Utama PIP, Ismed Saputra, menegaskan bahwa PIP memosisikan diri sebagai katalisator agar pelaku usaha mikro di Surakarta mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Ia memaparkan bahwa visi "Naik Kelas" hanya bisa dicapai jika aspek finansial dan kompetensi berjalan beriringan.

“PIP ingin memastikan UMKM Surakarta tidak jalan di tempat. Strategi kami adalah memberikan dukungan ganda: pertama melalui pembiayaan yang sangat terjangkau untuk menjaga kesehatan modal kerja, dan kedua lewat pemberdayaan intensif untuk meningkatkan skill serta kapasitas manajerial pelaku usaha,” ujar Ismed Saputra.

Menurut Ismed, peningkatan keterampilan, mulai dari kualitas produksi hingga literasi digital, sangat krusial agar UMKM bisa beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern. "Kami sedang mengidentifikasi lembaga dan calon debitur potensial untuk kolaborasi ini. Salah satu agenda strategis kami tahun ini adalah inisiasi Kampung UMi Klaster Batik di Surakarta," tambahnya

Visi Transformasi: Membangun Ekonomi dari Rumah

Seiring dengan integrasi infrastruktur dan ekonomi, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menegaskan komitmennya untuk menyasar warga di hunian layak Sangkrah. PIP berencana mengidentifikasi jenis usaha para penghuni agar taraf ekonomi mereka ikut terangkat sejalan dengan perbaikan fasilitas tempat tinggal mereka. Melalui skema pembiayaan UMi yang inklusif dan pendampingan yang berkelanjutan, PIP berupaya memutus rantai ketergantungan pelaku usaha pada modal berbunga tinggi. Langkah ini diharapkan menjadi model transformasi kawasan di Indonesia, di mana penataan permukiman kumuh dibarengi dengan terciptanya ekosistem ekonomi mikro yang tangguh, mandiri, dan siap membawa UMKM Surakarta benar-benar Naik Kelas.

Aldi Pratama | Humas PIP