Akses Pembiayaan Mikro Makin Luas

18 April 2022
Akses Pembiayaan Mikro Makin Luas Akses Pembiayaan Mikro Makin Luas

JAKARTA — Upaya memperkuat kolaborasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memfasilitasi masyarakat dan pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usahanya, terus dilakukan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan.

Dukungan terhadap pelaku usaha mikro diwujudkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan memperluas akses keuangan dan kapabilitas usaha mikro yang sudah terbentuk melalui pembentukan klaster usaha nasabah Bank Wakaf Mikro (BWM).

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Bank Wakaf Mikro menjadi program bersama antara pemerintah yang mendapat dukungan langsung dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta jajarannya.

“Kenapa kami melakukan itu? Karena ini mengenai bagaimana membantu masyarakat kecil, jadi tidak hanya mengandalkan bantuan formal yang sudah ada yang disediakan oleh pemerintah melalui bansos [bantuan sosial] dan pembinaan lainnya," kata Wimboh Santoso.

Klaster Usaha Sektor Peternakan merupakan program lanjutan dan dibentuk di lokasi BWM yang memiliki potensi peternakan, di mana selanjutnya nasabah diberikan permodalan usaha ternak dari BWM, sarana prasarana serta pembinaan dalam mengelola usaha ternak.

Dengan demikian diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan dan mendorong kemandirian usaha.

Penyaluran pembiayaan Klaster Usaha Nasabah Sektor Peternak Kambing dan Domba ini dilakukan di lima BWM sebagai pilot project yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yaitu BWM Amanah Makmur Sejahtera Kediri, BWM Hidayatullah Trenggalek, BWM Al Falah Jember, BWM Futuhiyah Demak, serta BWM Imam Syuhodo Sukoharjo.

Target penyaluran pembiayaan tersebut mencapai 1.000 nasabah yang hingga saat ini telah mencapai 950 nasabah. Sementara itu, khusus klaster usaha peternakan di BWM Imam Syuhodo Sukoharjo, penyaluran pembiayaan tahap pertama telah disalurkan kepada 100 nasabah.

Sebelumnya program klaster usaha nasabah BWM juga telah dikembangkan pada klaster sektor kerajinan batik untuk nasabah BWM di Yogyakarta dan Solo serta klaster sektor pertanian yang saat ini pengembangannya sedang dilakukan di BWM Atqia Nusa Tenggara Barat.

Hingga saat ini terdapat 62 BWM yang tersebar di 19 provinsi di seluruh Indonesia dengan kumulatif penerima manfaat sebanyak 53.000 nasabah dan total akumulasi penyaluran pembiayaan sekitar Rp84 miliar.