- Beranda
- Profil
- Layanan
- Data & Publikasi
- Informasi Publik
- Tautan
- Kontak Kami
Presidensi G20 Momentum Tingkatkan Peran Kewirausahaan Perempuan
JAKARTA — Peran kewirausahaan oleh kaum perempuan melalui inklusi bisnis menjadi salah satu tema penting dalam Presidensi Indonesia di ajang G20. Kontribusi kaum perempuan dalam peningkatan skala usaha diharapkan berkontribusi nyata untuk pemulihan ekonomi yang solid dan berkelanjutan.
Mengutip data Kementerian Koperasi dan UMKM, Indonesia memiliki lebih dari 64 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 60%. Dari jumlah itu, sekitar 64% di antaranya melibatkan kaum perempuan.
Dalam meningkatkan perannya, wirausaha perempuan butuh dukungan dari pemerintah baik berupa akses pembiayaan, dukungan ekspor, pengembangan dan pelatihan bagi karyawan, peningkatan kualitas produk, hingga dukungan infrastruktur khususnya di area pedesaan.
Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, peningkatan wirausaha perempuan juga menjadi salah satu agenda prioritas yang dimandatkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
“Perempuan memiliki peran yang strategis pada UMKM di Indonesia, di mana sebanyak 34% usaha menengah dijalankan oleh perempuan, bahkan 50,6% usaha kecil dan 52,9% usaha mikro juga dijalankan oleh perempuan,” ujar Bintang.
Melalui tema “Recover Together, Recover Stronger” yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia, Menteri PPPA berharap dapat melibatkan partisipasi perempuan secara penuh dalam pemulihan ekonomi global.
“Ketika perempuan telah diberdayakan dan anak-anak terlindungi dengan baik, maka kesejahteraan menjadi tidak terelakkan bagi kita semua”, pungkas Bintang.
Diketahui, dalam rangkaian side event G20 terdapat tiga subtema yang berkaitan dengan UKM, antara lain peningkatan wirausaha perempuan, keterlibatan UKM secara aktif dalam green economy, serta akselerasi UKM di era digital.