Kelola Keuangan, Agar Bisnis Kian Optimal

29 Juni 2022
Kelola Keuangan, Agar Bisnis Kian Optimal Kelola Keuangan, Agar Bisnis Kian Optimal

Indonesia memiliki lebih dari 64 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM dengan jumlah tenaga kerja yang diserap oleh sektor tersebut lebih dari 177 juta. Menariknya, mayoritas atau lebih dari 90% dari pelaku UMKM di Indonesia adalah pelaku usaha mikro.

Dengan kata lain, pelaku usaha mikro (UMi) menjadi salah satu motor penggerak bagi perekonomian nasional. Hanya saja, satu kendala yang acapkali dihadapi pelaku usaha mikro dalam upaya memperluas usahanya adalah kapasitas dalam mengelola keuangan.

Padahal, aspek tata kelola keuangan ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana usaha yang ditekuni berkembang dan memberikan hasil maksimal.

Dikutip dari jurnal.id, mengelola atau manajemen keuangan merupakan suatu proses dalam pengaturan aktivitas atau kegiatan keuangan dalam suatu bisnis. Di dalamnya termasuk kegiatan perencanaan, analisis, serta pengendalian terhadap kegiatan keuangan.

Selain itu, manajemen keuangan juga dapat diartikan sebagai seluruh aktivitas atau kegiatan bisnis yang berhubungan dengan upaya untuk mendapatkan dana perusahaan dengan cara meminimalkan biaya serta upaya penggunaan dan pengalokasian dana secara efisien dalam memaksimalkan nilai bisnis.

Kegiatan keuangan tidak saja berlangsung pada bagian atau fungsi keuangan saja, tetapi juga pada bidang atau fungsi bisnis lainnya. Namun pada bidang keuangan, pada umumnya kegiatan keuangan lebih bersifat strategis.

Bagi pelaku UMKM, pengelolaan keuangan sangat penting setidaknya untuk mengetahui sejumlah hal. Pertama, kegiatan pendanaan atau pembelanjaan. Bagian ini mengatur bagaimana cara dan dari mana bisnis akan memperoleh dana.

Kedua, investasi yakni memikirkan bidang-bidang investasi mana saja yang paling menguntungkan untuk menanamkan dana yang terkumpul dalam bisnis, dan ketiga pembagian keuntungan untuk mengukur aspek keuangan mana saja yang dapat ditarik sebagai bagian keuntungan dan mana yang perlu untuk diinvestasikan atau dibelanjakan lagi.

Agar pengelolaan keuangan bagi pelaku UMKM, terutama bisnis mikro dapat lebih optimal, dapat mempertimbangkan hal sebagai berikut:

  1. Pebisnis harus memisahkan uang pribadi dengan uang untuk kegiatan usaha atau bisnis. Langkah ini agar dibutuhkan agar dapat mengukur, seberapa besar pendapatan dan keuntungan yang didapat dari usaha yang dijalankan. Hal yang paling mudah biasanya melakukan pemisahan rekening atau sarana penyimpanan uang pribadi dan usaha.

  2. Menganggarkan pengeluaran dengan sebijak mungkin. Hindarilah pengeluaran yang tidak penting bagi kemajuan bisnis, dan buatlah daftar prioritas kebutuhan serta anggarkan terlebih dulu hal mana yang menentukan perkembangan bisnis.

  3. Catat semua transaksi keuangan. Siapkan sebuah buku khusus untuk mencatat setiap transaksi keuangan yang terjadi di dalam bisnis. Seluruh transaksi dan aliran keuangan yang terjadi ke dalam formulir, kemudian disalin ke dalam buku keuangan.

  4. Mengontrol dan mengawasi arus kas bisnis. Langkah ini perlu dilakukan supaya arus kas tetap terjaga, terutama untuk kepentingan pembayaran atau pembelian bahan baku atau dengan pihak ketiga.

  5. Menyediakan dana cadangan. Persiapkan dana untuk menghadapi keadaan darurat dengan cara memperkirakan masalah-masalah yang kemungkinan harus dihadapi pada saat menjalankan bisnis. Setelah itu, tentukan jumlah nilai dari dana cadangan tersebut. Sehingga hal ini dapat mengurangi dampak dari masalah yang datang secara tiba-tiba.

Dengan langkah-langkah itu, harapannya pelaku UMKM bisa lebih optimal dalam menghitung setiap potensi dari aktivitas usaha yang ditekuni. Bahkan, dengan pengelolaan keuangan yang baik, dapat memudahkan pelaku usaha untuk mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan.