- Beranda
- Profil
- Layanan
- Data & Publikasi
- Informasi Publik
- Tautan
- Kontak Kami
Kolaborasi Kunci UMKM Naik Kelas
JAKARTA — Kolaborasi dengan lembaga keuangan menjadi kunci bagi usaha mikro, kecil, menengah atau UMKM untuk bertumbuh di tengah momentum pemulihan ekonomi.
Ekonom Indef dan Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa strategi agar pelaku UMKM dapat naik kelas butuh keterlibatan para pihak yang selama ini menjadi pendukung utama pertumbuhan UMKM.
Kolaborasi meningkatkan peran dan pemulihan terhadap sektor UMKM melibatkan pemangku kepentingan seperti pemerintah, industri keuangan seperti perbankan, lembaga pembiayaan yang berhubungan dengan sektor UMKM, termasuk pelaku teknologi finansial.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengambil bagian dalam mata rantai kesinambungan usaha UMKM, di antaranya terkait pembiayaan, pemasaran, digitalisasi, dan program pendampingan.
“Kalau semua dapat bergerak melalui aturan main yang jelas, baik bagi perbankan, industri fintech, multifinance, maupun institusi keuangan lainnya yang bersama-sama ingin menciptakan ekosistem yang sehat bagi pertumbuhan UKMK, niscaya kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional akan makin signifikan. UMKM adalah fondasi ekonomi Indonesia saat ini dan butuh kolaborasi dari berbagai pihak untuk bertumbuh,” ujar Bhima.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun pemulihan transformatif bagi UMKM. Pemulihan tersebut tidak hanya sekedar tumbuh seperti pada masa sebelum pandemi, tetapi sekaligus menyiapkan UMKM untuk menghadapi krisis atau perubahan di masa yang akan datang.
Pemulihan transformatif tersebut mencakup lima fondasi, di antaranya terkait akses pendanaan, perluasan usaha dan digitalisasi, kemitraan, pendataan, dan reformasi birokrasi.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengungkapkan pelaku UMKM memiliki momentum untuk bangkit kembali dengan memanfaatkan perubahan dan pemulihan ekonomi yang terjadi saat ini.
Memiliki ukuran yang relatif kecil, UMKM cenderung memiliki kreativitas dan kelincahan usaha, terutama dalam menangkap berbagai peluang untuk bertumbuh dan berkembang.
“Dengan momentum yang positif ini, kami termotivasi untuk membantu pelaku UMKM agar mendapatkan pendanaan, mengelola keuangan secara terukur, dan memfasilitasi berbagai kebutuhan transaksi dengan pihak ketiga,” kata Henky.
Henky menambahkan, dengan banyaknya pelaku UMKM yang tersebar di berbagai wilayah geografis dengan tantangan dan permasalahan yang beragam, dukungan terhadap UMKM akan lebih efektif jika dilakukan melalui kolaborasi.
Hal ini dapat dilakukan sekaligus untuk tujuan pendanaan, pendataan, perluasan usaha, dan digitalisasi. Henky menegaskan, komunikasi pada setiap siklus usaha pelaku UMKM juga menjadi hal penting lainnya. Tidak setiap masa, UMKM memiliki siklus usaha yang menguntungkan.