- Beranda
- Profil
- Layanan
- Data & Publikasi
- Informasi Publik
- Tautan
- Kontak Kami
UMKM perlu terus didukung menghadapi ancaman resesi 2023.
Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional dinilai perlu terus mendapatkan dukungan dari sisi kebijakan fiskal, khususnya saat menghadapi ancaman resesi pada 2023.
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan saat ini dunia, termasuk Indonesia sedang menghadapi ancaman resesi. Kadin sebagai mitra strategis pemerintah akan terus berupaya untuk mengantisipasi terjadinya dampak dari ancaman tersebut.
Dia menekankan bahwa UMKM memiliki peran luar biasa terhadap perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, lanjutnya, Kadin akan fokus memperkuat sektor UMKM sebagai strategi untuk menjaga perekonomian Indonesia tetap tumbuh ketika menghadapi ancaman resesi pada 2023.
“Saat ini UMKM masih memiliki berbagai tantangan dan harus kami hadapi bersama, inilah yang menjadi fokus Kadin di 2023,” tutur Arsjad dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2022, Jumat (2/12/2022).
Untuk mencapai fokus tersebut, katanya, Kadin telah melakukan berbagai program kerja guna membantu UMKM naik kelas, yang sejalan dengan gerakan kemitraan inklusif.
Kadin pun telah meluncurkan wikiwirausaha.id yang membantu UMKM untuk mendapatkan mitra, akses pasar, dan pembiayaan.
Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Bobby Gafur Umar menyebutkan bahwa kontribusi sektor UMKM terhadap perekonomian, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja, mencapai hampir 97%.
Sampai dengan saat ini, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 64,2 juta. UMKM tercatat menyerap dan memberikan lapangan kerja bagi sekitar 117 juta pekerja atau 97% dari total tenaga kerja yang ada.
Adapun, kontribusi UMKM terhadap PDB 2021 mencapai Rp8.573,89 triliun atau 61,07% dari total PDB.
Namun demikian, sektor ini perlu untuk terus mendapatkan dukungan agar dapat berkembang dan meningkatkan skala usahanya. Terlebih, di tengah tren pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada dalam laju positif kendati diterpa berbagai badai ketidakpastian global.
“Dari UMKM itu yang terjadi, hampir 97% ekonomi digerakkan oleh UMKM, penyerapan tenaga kerja terutama. Sektor UMKM ini yang harus didukung terus. Insentifnya harus banyak,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Selasa (6/12/2022).
Dia mencontohkan penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR harus terus dipacu bagi UMKM. Selain itu, penerapan ekonomi circular bagi UMKM juga perlu dikuatkan sehingga semakin besar ruang bagi pelaku usaha kecil untuk bekerja sama dengan pelaku usaha skala besar baik dalam hal pembelian barang maupun sebagai supplier.
Bila melihat kondisi ekonomi Indonesia 2022 yang tetap tumbuh positif di tengah ketidakpastian global, Bobby menyoroti pentingnya penggunaan produk dalam negeri serta menahan laju impor barang dan jasa.
Oleh karena itu, menurutnya perlu adanya upaya dari pemerintah untuk meningkatkan belanja melalui anggaran daerah dan anggaran pusat, untuk menjaga ekonomi nasional yang ditopang oleh sektor UMKM tetap bergerak.
Dia juga meyakini apabila implementasi kebijakan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sebesar 40% benar-benar direalisasikan, pasar dalam negeri dapat terjaga pertumbuhannya. “Sehingga ekonomi bisa jalan,” ujarnya.