PIP Gandeng YDBA Luncurkan Program Pemberdayaan Komunitas Petani Organik Desa Sukawangi

21 Desember 2022
PIP Gandeng YDBA Luncurkan Program Pemberdayaan Komunitas Petani Organik Desa Sukawangi Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah di acara Festival UMi 2022.

Jakarta - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) meluncurkan Program Pemberdayaan UMKM Hortikultura di Desa Sukawangi, Puncak Dua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peluncuran program ini diresmikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama dengan Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, dan Direktur PT Astra International Tbk. Gita Tiffani Boer.

Selain itu, peluncuran ini termasuk ke dalam salah satu agenda Festival UMi yang diselenggarakan pada 15-16 Desember 2022 di Pos Bloc, Jakarta Pusat.

Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah menjelaskan bahwa kerjasama dengan YDBA menjadi salah satu bentuk inovasi PIP untuk mendukung pelaku usaha ultra mikro (UMi) melalui pendampingan. Program kolaborasi ini diagendakan berlangsung hingga 2025.

Menurutnya, memberdayakan pelaku usaha UMi tidak bisa dilakukan hanya dengan menyalurkan pembiayaan, tetapi juga harus turut serta melakukan pendampingan.

“Kerjasama melalui pendampingan yang berbasis komunitas ini dilakukan supaya jangkauan bisa lebih luas dan terukur,” ujar Ririn di Festival UMi, Kamis (15/12/2022).

Cakupan program pemberdayaan para petani sayur hingga bunga ini meliputi upaya untuk meningkatkan kualitas produk, melengkapi legalitas setiap usaha, dan membantu pemasaran.

Setiap petani akan dilatih mulai dari penguatan komoditas produk dan komunitas, menjalankan pola sistem organik hingga nantinya bisa mendapatkan sertifikasi organik dan mencapai kemandirian secara utuh.

Adapun, salah satu hasil karya dalam program pembinaan ini adalah pembuatan mol sebagai pestisida organik untuk hama. Inovasi tersebut terbukti berdampak pada penurunan biaya yang dikeluarkan oleh petani hingga 70%.

Ririn menjelaskan bahwa kerjasama yang menyasar sektor holtikultura ini sebagai bentuk dukungan kedua pihak terhadap ketahanan pangan nasional, kelestarian lingkungan sejalan dengan pola sistem organik yang akan diajarkan, serta kesejahteraan para petani.

Melalui kerjasama ini, Ririn juga berharap dapat menjadi media saling belajar, baik bagi PIP maupun YDBA untuk menciptakan ekosistem pendampingan UMi yang lebih efisien.

Gita Tiffani Boer, Direktur PT Astra International Tbk., mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi kerjasama antara PIP dengan YDBA.

“Kerja sama ini sejalan dengan cita-cita Astra melalui YDBA yang terus berupaya agar UMKM Indonesia bisa naik kelas karena memiliki peranan yang sangat besar untuk pertumbuhan ekonomi,” ujar Gita.