Jamin Ketepatan Sasaran, PIP Lakukan Verifikasi Lapangan ke Penyalur di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali

7 Maret 2024
Jamin Ketepatan Sasaran, PIP Lakukan Verifikasi Lapangan ke Penyalur di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali Tim PIP bersama pengurus LKM A Mojo Agung Sejahtera Kendal

Jakarta, 7 Maret 2024 – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) melakukan verifikasi lapangan ke beberapa penyalur di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Uji petik ini berlangsung dari 26 Februari hingga 9 Maret 2024 untuk memastikan ketepatan sasaran dan akuntabilitas penyaluran pembiayaan UMi PIP kepada para penyalur dan debitur.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk mendukung akuntabilitas laporan keuangan PIP. Kami ingin memastikan kebenaran dan kesesuaian dokumen antara di lapangan dengan yang tercatat di PIP,” kata Ismed Saputra, Direktur Utama PIP, di Jakarta pada Selasa (5/3/2024).

Sebanyak 14 penyalur dikunjungi dalam kegiatan ini, yaitu:

Jawa Tengah:

  1. PT PNM Cabang Semarang
  2. KSPPS Artha Bahana Syariah
  3. PT. LKM BKD Batang
  4. KSPPS Nusa Ummat Sejahtera (NUS)
  5. LKMA Mojo Agung Sejahtera Kendal

Jawa Timur:

  1. PT PNM Cabang Surabaya
  2. PT Pegadaian Cabang Surabaya
  3. KSPPS BMT UGT Sidogiri
  4. Koperasi Jasa Karya Abadi

Bali:

  1. PT PNM Cabang Denpasar
  2. PT Pegadaian Cabang Denpasar
  3. Koperasi Central Hutama Mandiri
  4. KSP Krama Bali
  5. KSP Permata Utama Tabanan

Dua skema pembiayaan umumnya dipraktikkan oleh para penyalur, yaitu skema individual dan kelompok. Skema individual diterapkan oleh PT Pegadaian dan KSP Permata Utama Tabanan, sedangkan skema kelompok dijalankan oleh PT PNM (Program Mekar) dan KSPPS NUS.

“Program kredit dari PIP sangat membantu permodalan kami. Selain itu, kami punya alat kontrol berupa SIKP guna menyaring calon-calon debitur yang bermasalah. Terima kasih PIP,” ujar Jaya dari KSPPS Permata Utama Tabanan.

Eko Sukarno, debitur UMi pengusaha susu kedelai

Tim PIP dan KAP berinteraksi langsung dengan para debitur UMKM dan melakukan pengecekan kesesuaian dokumen.

“Dengan adanya pembiayaan UMi ini, usaha saya jadi bangkit lagi. Bunganya murah dan ada pembinaan-pembinaan yang diberikan,” tambah Eko Sukarno, debitur UMi pengusaha susu kedelai.

Hingga akhir Februari 2024, program Pembiayaan UMi telah menjangkau 9,62 juta pelaku usaha UMi dengan total penyaluran Rp 35,71 triliun.