- Beranda
- Profil
- Layanan
- Data & Publikasi
- Informasi Publik
- Tautan
- Kontak Kami
TOT Siapik kepada Penyalur dan Pelaku Usaha Mikro
BANYUWANGI – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan Bank Indonesia (BI) kembali menjalin kerjasama dalam meningkatkan literasi keuangan digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kali ini, kota Banyuwangi menjadi tuan rumah pembukaan rangkaian pelatihan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK untuk tahun 2024 yang dilaksanakan pada Jumat-Sabtu, 7-8 Juni 2024.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 100 peserta, terdiri dari Account Officer (AO) dan debitur UMi dari Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) penyalur pembiayaan UMi di Banyuwangi. Acara ini dibuka secara daring oleh Asisten Direktur Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI, Akmaluddin, dan dihadiri secara virtual oleh Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan PIP, Muhammad Yusuf.
"Saya sangat mengapresiasi kolaborasi Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan melalui Forum Harmonisasi (FORHAR) yang terus terjaga. Kami berharap Aplikasi SIAPIK dapat terus dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM," ujar Yusuf dalam sambutannya.
"PIP dan Kantor Kemenkeu di daerah siap memberikan dukungan yang dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan para pelaku UMKM, khususnya yang berada pada segmen ultra mikro." lanjutnya.
Pelatihan ini mencakup pengenalan mendalam tentang SIAPIK, praktik langsung pencatatan transaksi UMKM dari berbagai sektor, serta materi literasi keuangan digital. Tujuannya adalah mempermudah proses bisnis UMKM, khususnya pencatatan usaha, agar lebih profesional dan akuntabel.
PIP dan BI akan terus memantau dan mengevaluasi penggunaan SIAPIK, khususnya dari pelatihan-pelatihan yang telah dilaksanakan. Dengan demikian, diharapkan aplikasi ini dapat mendorong digitalisasi usaha UMKM menjadi lebih modern dan efektif.
Pelatihan SIAPIK di Banyuwangi ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan serupa yang akan diadakan di dua kota lainnya pada tahun 2024.